Pernahkah kamu harus menyampaikan presentasi laporan atau materi pelajaran yang penuh dengan data angka dan teks tebal, lalu melihat audiensmu mulai mengantuk satu per satu? Menampilkan tumpukan teks panjang (bullet points) di slide presentasi memang cara paling ampuh untuk membuat pendengar merasa bosan.

Banyak pemula mengira bahwa untuk membuat tampilan data yang visual dan estetik—seperti Infografis—kita harus menguasai aplikasi desain rumit seperti Adobe Illustrator, Photoshop, atau CorelDRAW.

Padahal, kamu bisa merancang infografis yang menarik, rapi, dan terlihat profesional hanya dengan menggunakan aplikasi yang sudah ada di laptopmu: Microsoft PowerPoint!

Hari ini saya akan berbagi panduan step-by-step cara membuat infografis sederhana di PowerPoint dari nol. Yuk, buka aplikasi PowerPoint di laptopmu dan mari kita buat slide presentasimu jadi lebih hidup!

1. Mengubah Ukuran Slide Menjadi Format Infografis (Vertikal/Poster)

Secara bawaan (default), slide PowerPoint berbentuk melebar kesamping (landscape 16:9). Namun, jika kamu ingin membuat infografis gaya poster atau lembar rangkuman yang nyaman dibaca di HP, kamu bisa mengubah orientasinya menjadi berdiri (portrait).

Langkah-langkahnya:

  1. Buka lembar kerja baru di PowerPoint.

  2. Klik tab Design di bagian ribbon atas.

  3. Di pojok kanan atas, klik Slide Size > pilih Custom Slide Size.

  4. Pada opsi Orientation, ubah bagian Slides dari Landscape menjadi Portrait.

  5. Ubah ukuran lebar (Width) dan tinggi (Height) jika diperlukan (misalnya ukuran A4), lalu klik OK dan pilih Ensure Fit.

(Catatan: Jika infografis ini ingin kamu gunakan tetap sebagai slide presentasi di proyektor, kamu bisa membiarkannya dalam format Landscape bawaan).

2. Menyiapkan Grid dan Skema Warna yang Konsisten

Sebelum menempelkan teks dan gambar, kita perlu membuat tata letak (layout) yang rapi agar infografis tidak terlihat berantakan.

Cara menyiapkan kanvas kerja:

  • Aktifkan Garis Bantu (Gridlines): Klik tab View, lalu centang kotak Gridlines dan Guides. Garis putus-putus ini membantu menjaga posisi objek berada tepat di tengah.
  • Tentukan Skema Warna (Color Palette): Jangan gunakan terlalu banyak warna! Cukup pilih 3 warna utama: satu warna netral untuk latar belakang (putus-putus/putih), satu warna utama untuk objek, dan satu warna kontras sebagai penegas poin penting.

3. Menggunakan Shapes untuk Mengelompokkan Informasi

Kunci utama dari infografis yang mudah dipahami adalah pengelompokan data (chunking). Kita bisa memanfaatkan fitur Shapes di PowerPoint untuk membuat bingkai atau kartu informasi.

Langkah menyusun blok informasi:

  1. Klik tab Insert > Shapes > pilih bentuk Rounded Rectangle (Persegi Panjang Sudut Tumpul) atau Circle (Lingkaran).

  2. Buat beberapa kotak di atas slide sebagai tempat bermukimnya poin-poin materimu.

  3. Hilangkan garis tepi dengan cara klik bentuk tersebut > pilih Shape Format > Shape Outline > No Outline.

  4. Beri warna lembut pada kotak (Shape Fill) agar teks di atasnya tetap terbaca dengan jelas.

4. Memanfaatkan SmartArt untuk Diagram dan Proses Cepat

Jika kamu ingin menampilkan data yang bersifat urutan (process), struktur organisasi, atau perbandingan, jangan mengetiknya secara manual! PowerPoint memiliki fitur ajaib bernama SmartArt.

Cara menggunakan SmartArt:

  1. Klik tab Insert > pilih SmartArt.

  2. Pilih kategori visual yang sesuai kebutuhanmu (misalnya Process untuk alur langkah, List untuk daftar poin, atau Cycle untuk proses berputar).

  3. Klik OK, lalu masukkan teks milikmu ke dalam kotak-kotak yang sudah disediakan secara otomatis.

  4. Kamu bisa mengubah warna seluruh diagram secara instan melalui menu SmartArt Design > Change Colors.

5. Menambahkan Ikon Visual dan Menyesuaikan Ukuran Teks (Tipografi)

Infografis tidak lengkap tanpa adanya ikon penjelas. Gambar ikon membantu pembaca memahami maksud teks secara visual dalam hitungan detik.

Tips menambahkan ikon dan teks:

  • Menyisipkan Ikon Bawaan: Klik tab Insert > Icons (fitur ini tersedia di PowerPoint 2019 ke atas / Microsoft 365). Cari kata kunci yang relevan (misal: "User", "Graph", atau "Idea"), lalu klik Insert.
  • Atur Hierarki Teks: Pastikan judul utama (Title) menggunakan ukuran font paling besar dan tebal (misal: ukuran 36pt-44pt). Judul poin (Sub-heading) berukuran sedang (20pt-24pt), dan isi penjelasan menggunakan ukuran standar (14pt-16pt).

6. Menyimpan Hasil Infografis ke Format Gambar (PNG/JPEG) atau PDF

Setelah seluruh elemen terpasang dengan rapi dan teks sudah diperiksa, saatnya mengekspor hasil karyamu agar mudah dibagikan ke media sosial atau dicetak.

Cara menyimpan hasil karya:

  1. Klik menu File di pojok kiri atas > pilih Save As atau Export.

  2. Pada kolom Save as type, ubah formatnya dari PowerPoint Presentation (.pptx) menjadi PNG Portable Network Graphics atau JPEG.

  3. Klik Save.

  4. Saat muncul pertanyaan "Which slides do you want to export?", pilih Just This One jika kamu hanya ingin menyimpan slide infografis yang sedang aktif.

Membuat infografis sederhana ternyata tidak membutuhkan aplikasi desain yang rumit dan mahal, bukan? Cukup dengan mengoptimalkan fitur-fitur dasar di Microsoft PowerPoint—seperti pengaturan orientasi slide, pengelompokan menggunakan Shapes, alur praktis SmartArt, serta penggunaan ikon visual—kamu sudah bisa menyajikan data yang menarik dan mudah dipahami oleh siapa saja.