Home | Tutorial Komputer | Tutorial Jaringan Komputer | Tutorial Blog | Tips dan Trik | SiteMap Blog | Twitter | Google Plus | Facebook | Privacy Policy

Pengertian, Fungsi, Kelebihan dan Kelemahan Jaringan Ad Hoc - Wireless Network

Pengertian Jaringan Adhoc

Jaringan Adhoc adalah sebuah jaringan kompputer yang terdiri dari dua atau lebih perangkat wireless yang membentuk komunikasi secara langsung antara perangkat satu dengan perangkat lain. Sinyal yang dihasilkan oleh interface adapter Jaringan Wifi adalah berarah Omni keluar ke rentang jangkauan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, dan juga sifat dari perangkat yang terlibat. Jangkauan ini disebut sebagai suatu area layanan dasar (BSA – basic service area).

Jaringan adhoc biasanya hanya melibatkan 2 perangkat jaringan yang saling membentuk komunikasi untuk bertukar informasi. Jaringan ini biasanya digunakan pada hubungan antara laptop dengan laptop untuk memindahkan data dari laptop satu ke laptop yang lain. Jaringan ini akan memanfaatkan perangkat wireless yang ada pada laptop.

Baca Juga: Pengertian dan Fungsi Wireless Card Pada Laptop

Jika dua piranti berdelatan pada jangkauan satu sama lain, mereka bisa berkomunikasi satu sama lain, dan segera membentuk 2 node jaringan. Piranti jaringan yang berada pada area layanan dasar disebut suatu set layanan dasar (BSS – basic service set). jaringan adhoc tidak ubahnya seperti bloetooth pada perangkat smartphone untuk bertukar file dan data akan tetapi pada jaringan adhoc ini memanfaatkan perangkat wireless dari laptop untuk berkomunikasi.


Fungsi Jaringan Adhoc

Jaringan Adhoc berfungsi untuk menghubungkan 2 atau lebih perangkat (laptop) sehingga bisa berkomunikasi dan bertukar informasi dan data. Jaringan ini biasa digunkan untuk mengirimkan data yang tidak terlalu besar ke perangkat laptop lain tanpa menggunakan kable sebagai media transmisinya.

Baca Juga: Cara Setting Jaringan Ad Hoc di Windows 

Jaringan Wireless Ad Hoc

Jika ada satu lagi piranti wireless mendekat masuk dalam jangkauan BSA ini juga bisa berpartisipasi dalam jaringan. Akan tetapi jaringan Ad Hoc tidaklah transitive, artinya jika dua piranti A dan B saling berkomunikasi dalam jangkauan piranti A, maka jika ada satu piranti C masuk dalam jangkauan piranti B tetapi tidak masuk dalam jangkauan A, maka piranti C tidak bisa berkomunikasi dengan piranti A.

Kelebihan dan Kelemahan Jaringan Adhoc

Kelebihan Jaringan Adhoc
  1. Praktis dalam segi jaringan
  2. Tidak membutuhkan biaya yang besar karena hanya memanfaatkan perangkat wireless pada laptop
  3. Mudah dalam konfigurasi
  4. Tidak membutuhkan kabel sebagai media transmisinya
  5. Mudah digunakan untuk bertukar data
Kelemahan Jaringan Adhoc
  1. Jumlah jaringan yang bisa terhubung sangat terbatas
  2. Transfer data sangat lambat


Baca Selengkapnya >>

Perbedaan Kabel Straight dan Kabel Cross Pada Jaringan Komputer

Pengertian dan Fungsi Kabel Jaringan Straight dan Cross

Kabel straight dan cross sejatinya adalah kabel UTP yang dipilin sesuaid dengan standart urutan kabel. Kabel straight sendiri adalah kabel jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan 2 perangkat dalam jaringan komputer yang memiliki fungsi yang berbeda, misalnya untuk menghubungkan komputer dengan switch, komputer dengan modem, ataupun switch dengan router. Sedangkan kabel cross adalah kabel jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan 2 perangkat jaringan yang memiliki fungsi sama seperti: switch dengan switch, komputer dengan komputer.

Pada kesempatan ini saya akan berbagi tentang perbedaan antara kabel straigh dan kabel cross dalam jaringan komputer.


Baca Juga: Pengertian, Fungsi dan Cara Membuat Kabel Straight Pada Jaringan Komputer

Perbedaan Kabel Straight dan dan Cross Berdasarkan Fungsinya:

Kabel Straght
Fungsi: Menghubungkan 2 perangkat yang berbeda
Contoh: Komputer dengan switch, komputer dengan router, komputer dengan modem, modem dengan switch, modem dengan access point, router dengan access point, access point dengan switch.

Kabel Cross
Fungsi: Untuk menghubungkan 2 perangkat jaringan yang mempunyai fungsi sama
Contoh: komputer dengan komputer, switch dengan switch, hub dengan hub, dan lain-lain.

Baca Juga: Pengertian, Fungsi dan Cara Membuat Kabel Cross Pada Jaringan Komputer

Perbedaan Kabel Straight dan Cross Berdasarkan Urutan kabel cara Cara Menyusunya

Untuk memudahkan untuk mengetahui perbedaan kabel straght dan kabel cross berdasarkan urutan kabel, perhatikan tabel berikut:

PIN
KABEL STRAIGHT
PIN
KABEL CROSS
UJUNG KABEL A
UJUNG KABEL B
UJUNG KABEL A
UJUNG KABEL B
1
Putih Orange
Putih Orange
1
Putih Orange
Putih Hijau
2
Orange
Orange
2
Orange
Hijau
3
Putih Hijau
Putih Hijau
3
Putih Hijau
Putih Orange
4
Biru
Biru
4
Biru
Biru
5
Putih Biru
Putih Biru
5
Putih Biru
Putih Biru
6
Hijau
Hijau
6
Hijau
Orange
7
Putih Coklat
Putih Coklat
7
Putih Coklat
Putih Coklat
8
Coklat
Coklat
8
Coklat
Coklat
Baca Selengkapnya >>

Pengertian, Fungsi dan Cara Membuat Kabel Cross Pada Jaringan Komputer

Pengertian Kabel Cross over dalam Jaringan Komputer

Kabel Cross atau kabel cross over adalah kabel UTP yang dipilin dengan standart urutan kabel, akan tetapi masing-0masing ujung kabel memiliki urutan kabel yang berbeda. Kita tahu bahwa ada 2 jenis standar urutan kabel yang paling sering kita jumpai, yaitu T568-A dan T568-B, masing-masing standart tersebut memiliki urutan kabel yang berbeda.

Kabel UTP sendiri memiliki 8 warna yang berbeda yaitu: putih orange, orange, putih hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat dan coklat, sehingga jika kita ingin membuat kabel straight atau kabel cross dalam jaringan komputer maka kita harus menyesuaikan urutan warna kabel tersebut. Untuk membuat kabel cross maka diperlukan urutan yang berbeda dari masing-masing ujung kabel.


Fungsi Kabel Cross Pada Jaringan Komputer

Kabel Cross over pada jaringan komputer berfungsi untuk menghubungkan 2 perangkat dalam jaringan yang sama, seperti:
  1. Menghubungkan Komputer dengan komputer
  2. Menghubungkan laptop dengan laptop
  3. Menghubungkan switch dengan switch
  4. Mengubungkan hub dengan hub
Baca Juga: Pengertian, Fungsi, Jenis, Kelebihan dan Kelemahan Kabel UTP dalam Jaringan Komputer

Cara membuat Kabel Cross dalam Jaringan komputer

Membuat kabel cross akan sedikit lebih rumit dibandingkan dengan kabel straight karena kabel cross memiliki urutan yang berbeda pada masing-masing ujungnya. Unutk itu kita harus lebih teliti untuk membuat kabel cross. Sebelum membuat kabel cross terlebih dahulu kita harus mengetahui urutan standart kabel:

1. Standart T568-A
Yaitu standart kabel dengan urutan sebagai berikut:

Pin 1 --> Putih Hijau
Pin 2 --> Hijau
Pin 3 --> Putih Orange
Pin 4 --> Biru
Pin 5 --> Putih Biru
Pin 6 --> Orange
Pin 7 --> Putih Coklat
Pin 8 --> Coklat

2. Standart T568-B
Yaitu standart kabel dengan urutan sebagai berikut:

Pin 1 --> Putih Orange
Pin 2 --> Orange
Pin 3 --> Putih hijau
Pin 4 --> Biru
Pin 5 --> Putih Biru
Pin 6 --> Hijau
Pin 7 --> Putih Coklat
Pin 8 --> Coklat

Dari urutan standar kabel tersebut kita bisa membuat kabel cross dengan lebih mudah. Berikut Urutan kabel cross:
Jika pada ujung kabel 1 menggunakan urutan standar kabel T568-A maka ujung kabel yang lain harus menggunakan urutan standar T568-B

Baca Juga: Pengertian, Fungsi dan Cara Membuat Kabel Straight dalam Jaringan Komputer

Untuk memudahkan pembuat perhatikan bagan seerhana berikut:

Ujung Kabel 1              <-->    Ujung Kabel 2
Pin 1 --> Putih Orange    -->    Putih Hijau
Pin 2 --> Orange             -->    Hijau
Pin 3 --> Putih Hijau      -->    Putih Orange
Pin 4 --> Biru                 -->    Biru
Pin 5 --> Putih Biru        -->    Putih Biru
Pin 6 --> Hijau                -->    Orange
Pin 7 --> Putih Coklat    -->    Putih Coklat
Pin 8 --> Coklat          -->    Coklat
Baca Selengkapnya >>

Pengertian, Fungsi dan Cara Membuat Kabel Straight dalam Jaringan Komputer

Pengertian Kabel Straight Trought dalam Jaringan Komputer

Kabel Straight Trought adalah kabel jaringan yang menggunakan kabel UTP untuk membuatnya, Kabel UTP akan  dipilin sesuai dengan urutan warna dan dimasukan kedalam konektor kemudian di krimping agar bisa terkunci dengan konektor. kabel ini memiliki urutan yang sama antara ujung kabel satu dengan ujung kabel lainnya. Sehingga ketika kita melakukan krimping kabel untuk membuat kabel straight maka kita harus perhatikan dulu ujung kabel lainnya karena kita harus menyamakan urutan yang ada pada ujung kabel satunya.

Fungsi Kabel Straight Trought dalam Jaringan Komputer

kabel Straight berfungsi untuk menghubungkan dua perangkat yang memiliki fungsi dan peran yang berbeda. Kabel ini memang kabel yang paling sering digunakan dalam jaringan komputer. Adapun fungsi kabel straight dalam jaringan adalah sebagai berikut:
  • Menghubungkan router dengan switch
  • Menghubngkan router dengan komputer
  • Menghubungkan switch dengan komputer
  • Menghubungkan Komputer dengan Hub
  • Menghubungkan Router dengan Access point
  • Menghubungkan Switch dengan Access Point
  • Menghubungkan Modem dengan Switch, dll
Baca Juga: Pengertian, Fungsi, Jenis, Kelebihan dan Kelemahan Kabel UTP dalam Jaringan komputer

Urutan Kabel Straight Trought dalam Jaringan Komputer

Untuk dapat membuat kabel straght diperlukan urutan yang sama dari masing-masing ujung kabel. Ada 2 standart yang biasa digunakan untuk menentukan urutan kabel UTP yaitu:

1. Standart T568-A
Yaitu standart kabel dengan urutan sebagai berikut:

Pin 1 --> Putih Hijau
Pin 2 --> Hijau
Pin 3 --> Putih Orange
Pin 4 --> Biru
Pin 5 --> Putih Biru
Pin 6 --> Orange
Pin 7 --> Putih Coklat
Pin 8 --> Coklat

2. Standart T568-B
Yaitu standart kabel dengan urutan sebagai berikut:

Pin 1 --> Putih Orange
Pin 2 --> Orange
Pin 3 --> Putih hijau
Pin 4 --> Biru
Pin 5 --> Putih Biru
Pin 6 --> Hijau
Pin 7 --> Putih Coklat
Pin 8 --> Coklat


Baca Juga: Cara Membuat Jaringan Komputer

Cara Membuat kabel Straigh dalam Jaringan Komputer

Untuk membuat kabel straght dalam jaringan komputer kita harus memilin urutan kabel yang sama antara ujung kabel satu dengan ujung kabel lainnya. sehingga jika diatas terdapat standart untuk urutan kabel yang digunakan yaitu T568-A dan T568-B maka untuk dapat membuat kabel straight kita harus menyemakan urutan antar ujungnya.
Misalnya:

  • Jika kita menggunakan urutan standart T568-A pada ujung kabelnya maka ujung kabel yang lain juga menggunakan urutan kabel dengan standart T568-A
  • Selanjutnya jika kita menggunakan urutan standart T568-B pada ujung kabel satunya maka ujung kabel yang lain juga menggunakan standart T568-B

Untuk memudahkan pemubuatan gunakan bagan urutan berikut:

Ujung Kabel 1           <-->    Ujung Kabel 2
Pin 1 --> Putih Hijau    -->    Putih Hijau
Pin 2 --> Hijau             -->    Hijau
Pin 3 --> Putih Orange   -->    Putih Orange
Pin 4 --> Biru           -->    Biru
Pin 5 --> Putih Biru     -->    Putih Biru
Pin 6 --> Orange         -->    Orange
Pin 7 --> Putih Coklat   -->    Putih Coklat
Pin 8 --> Coklat         -->    Coklat

Atau

Ujung Kabel 1           <-->    Ujung Kabel 2
Pin 1 --> Putih Orange   -->    Putih Orange
Pin 2 --> Orange         -->    Orange
Pin 3 --> Putih Hijau    -->    Putih Hijau
Pin 4 --> Biru           -->    Biru
Pin 5 --> Putih Biru     -->    Putih Biru
Pin 6 --> Hijau          -->    Hijau
Pin 7 --> Putih Coklat   -->    Putih Coklat
Pin 8 --> Coklat         -->    Coklat

Baca Selengkapnya >>

Pengertian, Fungsi, Kelebihan dan Kelemahan Kabel STP (Shielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer

Pengertian Kabel STP (Shielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer

Kabel STP atau kabel Shielded Twisted Pair adalah kabel jaringan yang secara fisik sama dengan kabel UTP atau UnShielded Twisted Pair akan tetapi perbedaannya adalah kontruksi kabel STP mempunyai selubung tembaga atau aluminium foil yang khusus dirancang untuk mengurangi gangguan elektrik.

Fungsi Kabel STP (Shielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer

Kabel STP mempunyai fungsi sama dengan kabel UTP yaitu untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lain sehingga membentuk sebuah jaringan komputer. Komputer-komputer akan saling terhubung dengan switch atau perangkat jaringan lain sehingga masing-masing perangkat bisa berkomunikasi satu dengan yang lain.

Baca Juga: Pengertian, Fungsi, Macam-macam Media Transmisi dalam Jaringan Komputer

Kelebihan dan Kekurangan Kabel STP (Shielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer

Kabel STP memiliki 4 pasang kabel yang dipilin (twisted pair), sehingga kabel tersebut akan membentuk susunan tertentu. Akan tetapi setiap kabel memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan dan kekurangan dari kabel STP (Shielded Twisted Pair) antara lain :

Kelebihan Kabel STP (Shielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer:
  • Kabel STP l memiliki kemampuan lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dalam maupun dari luar
  • Kabel STP memiliki perlindungan dan antisipasi tekukan kabel sehingga sangat kuat dan awet.
Baca Juga: Pengertian, Fungsi, Jenis, Kelebihan dan Kelemahan Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer

Kekurangan Kabel STP (Shielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer:
  • Harganya relatif lebih mahal
  • Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi
  • Pada saat frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”
  • Susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding)
  • Jarak jangkauannya hanya 100 m


Baca Selengkapnya >>

Pengertian, Fungsi, Jenis, Kelebihan dan Kelemahan Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer

Pengertian Kabel UTP dalam Jaringan Komputer

Kabel Unshielded Twisted Pair atau biasa disebut dengan kabel UTP adalah sepasang kabel yang ditwist/dipilin satu sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi listrik yang dapat terdiri dari dua, empat atau lebih pasangan kabel. kabel UTP pada umumnya yang paling sering dipakai dalam jaringan komputer terdiri dari 4 pasang kabel / 8kabel dengan warna yang berbeda-beda. Kabel UTP dapat mempunyai transfer rate 10 Mbps sampai dengan100 Mbps tetapi mempunyai jarak yang pendek yaitu maximum 100m. Akan tetapi kabel UTP sendiri mempunyai kategori-kategori tertentu sehingga setiap kategori dari kabel utp memiliki kemampuan yang berbeda.


Fungsi Kabel UTP dalam Jaringan Komputer

Kabel UTP dalam jaringan komputer berfungsi untuk menghubungkan perangkat-peragkat (printer, komputer, server, access point, switch, hub dan router) dalam jaringan sehingga masing-masing perangkat dalam jaringan tersebut dapat saling berkomunikasi satu sama lain dan membentuk jaringan komputer.

Baca Juga: Pengertian dan Macam Jaringan Komputer

Jenis Kabel UTP dalam Jaringan Komputer Berdasarkan Identifikasi Kabel

Ketika kita menggunakan kabel UTP untuk membangun sebuah jaringan komputer kita harus bisa mengidentifikasi dengan baik dengan memeriksa masing-masing ujung kabel. kabel UTP sebenarnya sama saja akan tetapi yang membedakan adalah penyusunan kabel sehingga dalam istilah komputer dikenal dengan kabel straight dan kabel cross, yang mana dari masing-masing jenis kabel tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Anda harus terbiasa dengan baik untuk bisa mengidentifikasikan cabling ini dengan memeriksa pin-2 nya. Sebenarnya ada dua macam standard yaitu:
  1. T568-A adalah kabel lan UTP jenis straight through, kedua ujung penempatan kabel pada pin-2 konektor RJ-45 adalah sama. Kebel ini digunakan untuk menghubungkan 2 perangkat yang berbeda, misalnya: komputer dengan switch, komputer dengan router, router dengan switch.
  2. T568-B adalah kabel lan UTP jenis cross-over. Anda bisa perhatikan dengan seksama pada kabel cross-over ini, pasangan pin 2 dan 6 dan pasangan pin 1 dan 3 bertukar tempat. Kabel Cross berfungsi untuk menghubungkan 2 perangkat yang sama seperti: komputer dengan komputer, switch dengan switch.
Baca Juga: Pengertian dan Fungsi Konektor RJ 45

Jenis kabel UTP berdasarkan kategori Kabel UTP
  1. Category (CAT) 1 Digunakan untuk telekomunikasi telepon dan tidak sesuai untuk transmisi data.
  2. Category (CAT) 2 Jenis UTP ini dapat melakukan transmisi data sampai kecepatan 4 Mbps.
  3. Category (CAT) 3 Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 10 Mbps.
  4. Category (CAT) 4 Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 16 Mbps.
  5. Category (CAT) 5 Merupakan jenis yang paling popular dipakai dalam jaringan komputer di dunia pada saat ini. Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 100 Mbps
Baca Juga: Pengertian dan Fungsi HUB dalam Jaringan Komputer Secara Lengkap

Kelebihan dan Kelemahan Kabel UTP dalam Jaringan Komputer

Kelebihan Kabel UTP:
  • Harga relatif lebih murah dan mudah untuk mendapatkannya
  • Mudah dalam instalasi, akan tetapi harus paham konsep pengkabelan
  • Memiliki ukuran kecil
Kekurangan Kabel UTP :
  • Rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik
  • Jarak jangkauannya hanya 100m, sehingga jika ingin menghubungkan jarak yang lebih jauh membutuhkan repeater.
Baca Selengkapnya >>

Google+ Friends