Pengertian Topologi Jaringan Hierarchy

Topologi Jaringan Hierarchy adalah sebuah topologi jaringan yang mempunyai susunan jaringan yang bisa dibilang hampir sama dengan pohon yang bercabang. Topologi ini juga sebenarnya “versi luas” topologi star. Pada topologi ini setiap node memiliki tingkat masing – masing. Node yang memiliki tingkat tinggi diletakkan di atas sedangkan untuk yang memiliki tingkat rendah diletakkan di bawah. Dalam topologi ini sebuah node bisa mempunyai cabang layaknya pohon yang memiliki cabang yang mempunyai cabang lagi. Data yang dikirim oleh node tertentu harus melewati node pusat (node pusat cabang) untuk sampai pada tujuan. Jadi pada suatu kesempatan, jika node pusat tersebut rusak, maka node tertentu akan kesulitan untuk mengirim data ke node yang letaknya lebih jauh.


Baca Juga: Pengertian dan Fungsi Topologi Jaringan Komputer Beserta Macam-macamnya

Kelebihan dan kelemahan Topologi Jaringan Hierarchy

Setiap topologi jaringan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga untuk menentukan toologi jaringan untuk membangun jaringan maka tentunya akan lebih baik kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan dari masing-masing topologi sehingga akan lebih mudah untuk disesuaikan dengan model jaringan yang akan dibangun, juga kebutuhan dan kemampuan finansial yang dimiliki. Berikut adalah kelebihan dan kelemahan menggunakan topologi jairngan hierarchy:

Kelebihan Topologi Jaringan Hierarchy
  1. Topologi jaringan hierarchy dalam implementasinya lebih mudah dimanajemen karena adanya pusat node dalam tingkatan masing – masing.
  2. Dapat menjangkau jarak yang lebih jauh dengan adanya sifat repeater sebagai penguat sinyal yang dimiliki hub.
Baca Juga: Topologi Jaringan Star - Pengertian, Fungsi, Kelebihan dan Kelemahan beserta karakteristiknya

Kekurangann Topologi Jaringan Hierarchy
  1. Jika ada node yang rusak, maka node yang berada dilevel di bawahnya akan terganggu.
  2. Harus memikirkan secara matang dalam mendesainnya. Karena membutuhkan banyak kabel untuk menerapkannya.
  3. Sering terjadinya collision atau tabarakan data.